Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Narrative Text

Sumber : freepik.com


Kalau sebelumnya kita telah membahas tentang recount text maka ini merupakan pokok bahasan selanjutnya. Kata ‘narrative’ merupakan bentuk kata sifat yang berasal dari kata ‘to narrate’ yang berarti menceritakan. Jadi ‘narrative text’ dapat didefinisikan secara singkat yaitu sebuah teks cerita.


Sedangkan kata ‘text’ sendiri tidak hanya merujuk pada hal-hal yang bersifat tertulis akan tetapi dapat pula berbentuk lisan. Materi ini juga telah kalian pelajari di bangku SMP. 


Baiklah, sekarang kita review secara singkat (lagi) tentang apa itu teks naratif, fungsi, unsur kebahasaan dan struktur nya.


Narrative text merupakan salah satu jenis teks berisi sebuah cerita. Berbeda dengan teks recount, teks naratif memiliki tujuan untuk menghibur dan atau menyampaikan pesan tertentu kepada pembaca atau pemirsanya. 


Sebuah teks naratif biasanya bersifat imajinatif, imajinatif/fiktif illmiah dan bisa juga diambil dari sebuah kisah nyata. Contohnya adalah cerita rakyat, cerpen, novel, film dan lain sebagainya.

 

Fungsi Narrative Text

Fungsi utama dari narrative text yaitu untuk menghibur dan menyampaikan pesan tertentu kepada para pembaca ataupun pemirsanya. Jenis teks yang satu ini menawarkan berbagai macam kisah cerita yang menarik.

 

Strukur Narrative Text

Terdapat 5 macam struktur narrative text yang harus anda ketahui yaitu sebagai berikut:


1.   1. Orientation

Orientation merupakan struktur narrative text yang berada di bagian awal paragraf. Disini terdapat penjelasan mengenai pengenalan tokoh, waktu dan juga tempat pada cerita yang akan disampaikan.

 

2.    2. Complication

Complication merupakan pengembangan atau permunculan dari suatu cerita yang disampaikan. Disini mulailah timbul konflik seperti munculnya tokoh antagonis dalam suatu cerita.

 

3.    3. Resolution

Resolution merupakan penyelesaian dari suatu konflik yang terjadi. Seperti halnya munculnya tokoh tritagonis atau tokoh yang berperan sebagai penengah antara toko protagonis dan antagonis yang saling berseteru. Penokohan yang lainnya adalah deutragonis.

 

4.    4. Re-orientation

Re-orientation merupakan suatu bagian dimana kisah cerita akan berakhir. Hal ini sama halnya dengan penutup suatu cerita.

 

5.   5. Coda

Coda merupakan nilai moral yang dapat dipetik dari kisah cerita yang ada dalam suatu teks. Coda bersifat opsional, dimana pembaca juga dapat menentukan apa manfaat yang bisa diambil dari kisah cerita yang ada pada teks.

 

Unsur Narrative Text


1.    1. Noun

Noun disini memiliki fungsi sebagai kata benda yang digunakan kata ganti manusia,  hewan tumbuhan ataupun benda mati.

 

2.  2. Past Tense

Past tense merujuk pada past events merupakan unsur narrative text yang menggunakan kata bentuk yang lampau.

 

3.    3. Time Connectors

Time connectors berfungsi sebagai kata penghubung waktu yang mengurutkan suatu peristiwa yang terjadi. Contoh: Once upon the time, one day, since then, after, then, later dan lain sebagainya.

 

4.    4. Action Verbs

Action verbs adalah suatu kata kerja verbal yang di dalamnya menunjukan kegiatan atau aksi pada sebuah kejadian atau peristiwa. Contoh: came, pull, dance, write dan lain sebagainya.

 

5.    5. Saying Verbs

Saying verbs merupakan kata kerja yang digunakan pada suatu ujaran dan menunjukan terjadinya suatu peristiwa. Contoh: answer, ask, demand, suggest, say dan lain sebagainya.

 

Ciri-Ciri Teks Naratif

Berikut ini merupakan beberapa ciri teks naratif:


1.   1.  Menceritakan Masa Lalu

Seperti dongeng, legenda atau sejenisnya. Akan tetapi ada juga teks naratif yang sifatnya adalah kontemporer.

 

2.    2. Terdapat Setting Waktu, Tempat dan Tokoh/Penokohan

Dalam narrative text pastinya terdapat latar waktu, tempat dan tokoh yang diutarakan secara jelas.

 

3.   3.  Lebih Menekankan Pada Cerita Rakyat

Narrative text juga lebih menekankan pada cerita rakyat. Cerita yang diambil dari kisah masyarakat setempat pada masa lalu.

 

4.    4. Tersusun Secara Kompleks

Alur persitiwa dari teks naratif tersusun secara kompleks dan juga sederhana. Sehingga cerita yang ada di dalamnya mudah dipahami oleh orang yang menikmatinya.