Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan TOEFL dengan TOEIC

Sumber : Pexels.com/retha ferguson

TOEFL atau Test of English as a Foreign Language merupakan tes yang digunakan untuk menguji kemampuan seseorang dalam berbahasa Inggris. 

Tes TOEFL ini banyak menjadi syarat dalam melamar pekerjaan, mendapatkan beasiswa,( terutama bagi yang ingin belajar ke luar negeri, tes TOEFL ini wajib ), kelulusan hingga berbagai keperluan lain.


Kenali Jenis TOEFL

Paper Based Test TOEFL/ PBT TOEFL. Merupakan test TOEFL yang berbasis dengan kertas. Singkatnya, test TOEFL jenis ini dikerjakan dengan menggunakan kertas sebagai sarana tes selama test diadakan. 

      Pada test jenis ini skills yang diujikan diantaranya meliputi kemampuan Listening, Reading, Written and Structure ExpressionWaktu untuk test ini antara 2-2.5 jam dengan batasan skor 310-677.

      Computer Based Test TOEFL/ CBT TOEFL. Merupakan tes TOEFL yang menggunakan komputer sebagai sarana yang digunakan selama test berlangsung. 

      Tes dengan berbasis komputer merupakan jenis test TOEFL yang berkembang sesuai dengan teknologi komputerisasi semenjak test dengan paper based pertama kali dikenal luas oleh masyarakat semenjak tahun 1998.   

      TOEFL CBT menguji skill Listening, Writing dan Reading. Rentang nilai pada jenis test TOEFL CBT menggunakan range 0-300.

       Internet Based Test/ IBT Test. IBT TOEFL Test merupakan tes TOEFL yang berbasis internet. Dengan begitu, intenet menjadi sarana selama proses ujian berlangsung.


Tips Tes TOEFL 

Persiapkan diri dengan baik sebelum menjalani tes.  Setidaknya persiapkan diri dengan banyak belajar antara 6 bulan- 1 tahun sebelum melakukan test. 

     Terutama jika Anda belum pernah memahami pola tes ini. Kamu bisa mengikuti kursus test TOEFL yang banyak diadakan sekarang ini.

      Perbanyak perbendaharaan kosa kata dengan banyak membaca dan mendengar bahasa Inggris. 

     Ketika test TOEFL berlangsung kamu akan menemui banyak kosa kata yang berasal dari berbagai bidang, terutama pada bagian reading skill.  

      Anda bisa membaca Koran berbahasa Inggris, mendengarkan siaran radio berbahasa inggris, lagu bahasa inggris dan sebagainya.

      Buat catatan penting. Membuat catatan merupakan hal yang penting saat rekaman TOEFL sedang berlangsung. Saat sesi listening berlangsung rekaman biasanya hanya diputar 1 kali. 

      Pahami soal dengan baik. Test TOEFL bisa dikatakan sukar untuk ditaklukan terutama bagi yang bahasa Inggrisnya pas-pasan. 

     Di test TOEFL ini ada banyak soal yang mengecoh sehingga membutuhkan pemahaman yang baik, belum lagi waktu yang disediakan juga sangat terbatas. 

      Soal di ujian TOEFL seringkali dibuat dengan membuat jawaban salah seakan merupakan jawaban yang benar oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui tata bahasa Inggris dengan baik dan konteks dari soal yang sedang dikerjakan.

      Pastikan untuk makan sebelum menjalani test TOEFL. Seperti diketahui bahwa test TOEFL berlangsung antara 2-2.5 jam. 

     Tentunya hal ini bisa menjadi waktu yang sangat panjang untuk mengerjakan suatu test.

      Pakai jam tangan agar Anda bisa memanajemen waktu dengan baik saat mengerjakan soal test. Tetap fokus dan konsentrasi saat mengerjakan soal. 

      Jangan ter-distract oleh peserta test lain, terutama saat listening karena rekaman hanya diperdengarkan satu kali.

      Dengan banyak praktek mengerjakan soal test TOEFL Anda akan semakin besar peluang mendapatkan skor tinggi lebih dari 500 di ujian TOEFL berikutnya.


      Apa Bedanya TOEFL dengan TOEIC?

Apa tes bahasa Inggris yang Anda ketahui? Barangkali, jawaban yang paling banyak adalah tes TOEFL. 

Akan tetapi, tahukah Anda kalau tes kemampuan bahasa Inggris sebenarnya ada bermacam-macam?

Selain tes TOEFL, sebenarnya ada juga TOEIC dan IELTS. 

Nah, untuk kesempatan kali ini, Anda akan mendapatkan bahasan tentang tes TOEIC.

TOEIC atau Test of English for International Communication merupakan sebuah tes yang dilakukan untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris (English proficiency) seseorang. Yang melakukan tes TOEIC ini biasanya pelajar sekolah menengah, mahasiswa, maupun karyawan. 

Tes ini bukanlah bagian dari tes akademik, namun merupakan tes internasional yang dilakukan untuk mengukur dan mengetahui penguasaan kosa kata (vocabulary) dan tata bahasa (grammar) seseorang.

Lantas, apa yang sebenarnya membuat tes TOEFL dan TOEIC berbeda? Perbedaan paling mendasar antara keduanya adalah tujuan dari tes. 

Untuk TOEIC, tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa baik seseorang dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris di dunia bisnis, industri, maupun perdagangan. 

Karena itulah tes TOEIC banyak direkomendasikan untuk para karyawan atau bahkan siswa sekolah menengah kejuruan, atau siapa saja yang akam memasuki dunia kerja professional di perusahaan besar. 

Sementara itu, tes TOEFL bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berbahasa Inggris seseorang secara umum yang biasanya digunakan sebagai persyaratan mendaftar ke sebuah universitas atau untuk melamar beasiswa.

 

Di Mana Bisa Mengikuti Tes TOEIC?

Sama halnya dengan TOEFL, Anda bisa mengikuti tes TOEIC di lembaga bahasa yang biasanya tersebar di kota-kota besar. 

Meski begitu, Anda harus ingat bahwa lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifikat TOEIC adalah Educational Testing Service atau ETS. 

Hanya sertifikat yang memiliki logo resmi ETS saja yang bisa digunakan di seluruh dunia. Karena itu, pastikan lembaga dimana Anda melakukan tes adalah resmi dibawah lisensi ETS, ya!

 

Jenis dan Biaya Tes TOEIC

Untuk bisa mengikuti tes TOEIC, Anda perlu mengeluarkan biaya yang jumlahnya berbeda-beda menurut jenis atau produk tes yang kurang yakni:

TOEIC Bridge

TOEIC Listening and Reading

TOEIC Speaking and Writing

TOEIC Speaking

TOEIC IBT

Sedangkan jika Anda ingin mendapatkan sertifikat TOEIC dalam bentuk cetak, biasanya dikenakan biaya dengan nominal tertentu sesuai jenis tesnya. Berikut ini deskripsi singkat tentang tiap jenisnya:

 

TOEIC Bridge

Jenis tes yang satu ini didesain untuk level pemula dan mengukur kemampuan mendengar dan membaca, yang pastinya disesuaikan dengan lingkungan global. 

Tes TOEIC Bridge dilakukan secara tertulis menggunakan kertas dan pensil dan terdiri atas 100 soal pilihan ganda. 

Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tes ini adalah 90 menit, di mana 60 menit digunakan untuk menjawab pertanyaan dan 30 menit untuk menyelesaikan kuesioner pendidikan dan sejarah terkait dengan latar belakang peserta tes.

 

TOEIC Listening and Reading

Tes yang satu ini dilakukan untuk mengukur seberapa baik seseorang memahami bahasa Inggris dengan mendengarkan atau membaca informasi dalam tingkat sehari-hari. Anda juga bisa mengambil tes ini bersamaan.

TOEIC Speaking and Writing untuk mendapatkan hasil soal kemampuan berbahasa Inggris secara keseluruhan karena kedua tes tersebut berarti mencakup keempat kemampuan penting dalam berkomunikasi: mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis.

Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tes ini adalah 120 menit – 45 menit untuk sesi tes Listening, dan 75 menit untuk sesi tes Reading.


TOEIC Speaking and Writing

Kalau Anda mendapatkan skor TOEIC Listening and Reading di atas 800, Anda dianjurkan untuk mengambil tes TOEIC Speaking and Writing untuk menyempurnakan pengukuran kemampuan Anda dalam bahasa Inggris.

Untuk sesi tes Speaking, terdapat 11 pertanyaan yang biasanya perlu diselesaikan dalam waktu 20 menit. 

Sesi ini terdiri atas membaca teks dengan keras (1-2), menjelaskan sebuah gambar (3), merespon atau menjawab pertanyaan (4-6), merespon pertanyaan menggunakan informasi yang tersedia (7-9), mengajukan solusi untuk masalah yang diajukan (10), dan menyatakan opini (11).

Sedangkan untuk sesi Writing, terdapat delapan pertanyaan yang biasanya harus diselesaikan dalam 60 menit. Pada soal nomor 1-5 Anda diminta untuk menulis kalimat berdasarkan gambar. 

Kemudian untuk nomor soal 6 dan 7 mengharuskan Anda untuk merespon permintaan secara tertulis. Sedangkan pada satu nomor soal terakhir Anda akan menulis sebuah esai opini (8).