Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Esai Rencana Studi Syarat Beasiswa LPDP Dalam Negeri


Sumber : Pixabay.com/ShariJo



Salah satu masalah terbesar baik Indonesia maupun dunia adalah lingkungan. Seperti kita ketahui saat ini Indonesia sedang memasuki kondisi darurat limbah plastik. 



Menurut Kementerian Lingkungan Hidup (2015), jumlah peningkatan timbunan sampah di Indonesia telah mencapai 175.000 ton per hari atau setara dengan 64 juta ton per tahun.



Jenna Jambeck, seorang asisten professor teknik lingkungan dari University of Georgia bersama tim penelitiannya menyimpulkan bahwa ada 192 negara yang menjadi penyumbang limbah plastik ke lautan dan Indonesia tercatat menjadi negara penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia, setelah Tiongkok (Jambeck et.al, 2015).



Menurut laman situs Safers Againts Sewage (sas.org.uk), sebuah organisasi non-pemerintah bidang lingkungan, botol plastik biasa yang masuk ke perairan membutuhkan waktu kurang lebih 450 tahun untuk dapat terdegradasi sempurna, waktu yang sangat lama dibandingkan waktu terurainya limbah plastik di daratan yang berkisar 50-100 tahun.

 


Melimpahnya limbah plastik di lautan merupakan ancaman serius bagi ekosistem laut, terutama ancaman untuk Indonesia yang merupakan salah satu negara kepulauan di dunia. 



Hal ini terjadi karena plastik dapat mengadsorpsi senyawa kimia laut yang akan menyebabkan plastik menjadi material asing yang sangat berbahaya dan sering kali masuk ke dalam rantai makanan organisme laut.

 


Tercatat 100.000 mamalia laut dan lebih dari satu juta burung laut mati setiap tahunnya dikarenakan gangguan pencernaan dari limbah-limbah plastik di lautan seperti di lansir oleh laman situs kompasiana.com.



Menghadapi tantangan besar ini, saya terpacu untuk belajar lebih jauh mengenai lingkungan, khususnya pada bidang kajian kimia lingkungan. 



Saya ingin belajar lebih banyak dan menghasilkan riset-riset yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan di atas.  



Oleh karena itu, saya berencana untuk melanjutkan studi master (S2) jurusan ilmu kimia yang linier dengan jurusan yang telah saya tempuh di jenjang sarjana (S1).



Saya ingin melanjutkan studi master di dalam negeri, tepatnya di Universitas Gajah Mada (UGM).  Universitas ini memiliki reputasi yang baik dan menduduki peringkat kedua dari seluruh universitas di Indonesia (Dikti, 2015).

 


Selain hal tersebut, pertimbangan lain saya memilih UGM antara lain adanya bidang kajian kimia lingkungan dan berbagai sarana prasarana yang memadai serta tenaga pendidik yang berkompeten dalam bidangnya yang akan menunjang keberhasilan tesis saya.

 


Konsentrasi topik tesis saya yaitu mengenai cara mengatasi limbah plastik, khususnya di lautan. Hal ini juga diperkuat dengan masalah yang saya hadapi di depan mata saya sendiri. Saya berasal dari Cilacap yang merupakan daerah pesisir pantai, miris melihat banyaknya sampah yang menggunung terdampar di pantai.

 


Sampah-sampah ini berasal dari lautan dan kebanyakan sampah yang terdampar adalah sampah plastik. Sampah yang terdampar di pantai saja jumlahnya sangat banyak, apalagi sampah yang ada di lautan. 



Oleh karena itu, saya sebagai anak daerah memiliki visi dan misi untuk mencari solusi dari permasalahan ini.

 


Dengan latar belakang pendidikan sarjana saya di ilmu kimia serta studi master yang akan saya tempuh, saya yakin saya dapat menyelesaikan studi master dengan tepat waktu dan akan menghasilkan tesis yang bermanfaat untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan ini.

 


Saya akan menempuh studi master di UGM selama 2 tahun dengan 44 kredit. Saya akan mengambil minat studi pada bidang kimia lingkungan. 



Mata kuliah pilihan minat studi yang akan saya ambil untuk menunjang tesis saya antara lain Kimia iBoanorganik Lanjut, Analisis Industri dan Lingkungan, Mekanisme Reaksi Anorganik dan Organologam, Katalisis, serta Kimia Hasil Alam dan Kelautan.

 


Kegiatan saya saat ini adalah mengajar part time …. Sejak saya bekerja sebagai guru bimbingan belajar, saya menemukan passion saya yaitu saya sangat tertarik dan bersemangat dalam mengajarkan ilmu yang saya miliki.

 


Rasanya sangat senang sekali dapat berbagi ilmu dengan anak-anak dan menyaksikan mereka yang sebelumnya tidak tahu mengenai suatu hal menjadi tahu hal tersebut karena ilmu yang kita bagikan.

 


Setelah lulus studi master, sesuai dengan passion dan visi misi saya, saya ingin menjadi seorang dosen yang akan terus-menerus melakukan penelitian yang bermanfaat untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan yang sedang di hadapi oleh Indonesia.

 


Selain itu, berbekal pengalaman organisasi yang saya ikuti saat studi sarjana (Himpunan Mahasiswa Kimia dan Badan Eksekutif Mahasiswa MIPA ...), saya juga ingin mendirikan komunitas yang bertujuan sebagai wadah mengaplikasikan hasil tesis sehingga hasil penelitian akan teraplikasi secara nyata dan kontinu.